Arsip Blog

Selasa, 28 Januari 2014

Peta


Akhirnya gue mendapatkan tenaga untuk menulis di blog ini lagi.

Mimpi gue untuk backpacker sebenarnya udah lama banget bahkan dari kecil, gue udah pengen keliling dunia. Waktu SD gue paling suka pelajaran IPS, karena di mata pelajaran IPS ini gue di suruh buat ngapal berbagai nama negara beserta ibu kotanya. Tiap minggu kami selalu diberi ujian peta buta. Dan bukannya sombong, nilai IPS gue selalu bagus. Ujian peta buta gue selalu di atas teman-teman gue. Karena gue suka. Seneng aja liat peta dunia yang warna-warni, nama negaranya ada yang aneh, asing untuk gue denger. Gue paling suka ngafalin negara-negara bagian Amerika Selatan. Soalnya nama-nama negaranya kayaknya enak aja  di sebutin, Paraguay, Guyana, Brazil, Peru, Argentina, dan lain-lain. Pokoknya kalo pelajaran IPS pas SD dulu gue paling semangat deh!

Saat SMP sampe SMA, salah satu kakak gue seneng banget baca dan beli buku. Yah, dia gak pernah minjem, apa yang mau dibaca pasti dibeli. Bahkan kalo gue mau baca suatu buku yang dia belum punya dia juga ikhlas untuk ngebeliin hhe. Nah, selama kegilaannya ngoleksi berbagai macam buku gue lebih tertarik sama buku tentang "mimpi", "kuliah di luar negri", "perjalanan", dan sejenisnya. Saat itu gue seneng banget baca buku Laskar Pelangi dengan mimpi seorang anak yaitu Ikal untuk pergi ke Prancis. Gue pun akhirnya pengen ke Prancis kayak si doi. Setelah itu gue dicekokin lagi sama kakak gue buku yang judulnya Orange Van  Java. Gue kira itu novel komedi plesetan dari Opera Van Java. Ternyata bukan, buku itu tentang kisah sekelompok teman yang sedang berkuliah di Belanda. Ceritanya lucu dan cukup menggambarkan mengenai kebudayaan dan pengalaman mereka selama di Belanda. Baca novel itu ngebuat gue akhirnya punya mimpi buat ke Belanda juga.

Setelah itu akhirnya gue merasa tergila-gila dengan eropa, setiap ke Gramedia gue sering banget baca buku tentang Eropa. Gimana kuliah di sana, pengalaman-pengalaman orang yang pernah ke sana. Dan gue selalu dapat buku mengenai Eropa saat di Gramedia pada rak khusus Traveling. Nah! gue akhirnya baca buku-buku mengenai traveling lainnya, gak cuma di Eropa. Gue akhirnya kepincut sama bukunya Trinity dan Claudia Kaunang. Mereka sering banget menuliskan pengalaman mereka traveling ke berbagai negara. Tapi gue paling suka sama Trinity, karena cerita-ceritanya yang dikemas secara menarik, dan bikin ketawa terus. Hahaha

Dari buku-bukunya Trinity inilah jiwa backpacker gue keluar. Gue pengen banget kayak Trinity yang jalan-jalan terus. Banyak negara yang udah dia kunjungi. Pokoknya setiap baca bukunya kakiku jadi gatel pengen ke sana juga. Gue pengen keluar negeri, melihat bagaimana negara-negara di luar Indonesia. Dan gue masih punya tujuan utama, yaitu Eropa :'). Setelah gue baca-baca di blog-blog para backpacker, mereka banyak menyarankan jika ingin keluar negeri bagi pemula sebaiknya dimulai dari Singapore terlebih dahulu, yang culture dan jaraknya tidak begitu jauh dari Indonesia. Akhirnya gue buat peta perjalanan pribadi, jadi di peta itu gue buat titik-titik penting. Sebelum gue ke Eropa, gue harus pergi ke beberapa  negara lain terlebih dahulu, pertama Singapore, kedua India (gue gak tau kenapa nandain India), ketiga Turki lalu barulah Eropa tepatnya di Paris, Prancis hhe

Minggu, 19 Januari 2014

Goa Jatijajar di Kebumen

Di hari kedua di Kebumen yaitu pada tanggal 02 Januari 2014 kami diagendakan akan pergi menyusuri 2 goa yang ada di Kebumen. Kedua goa tersebut memiliki keunikan dan keindahan masing-masing. Pertama kami menyusuri Goa Jatijajar, goa ini terletak di Desa Jatijajar, Kecamatan Ayah. Lokasi Goa ini tidak jauh dari Pantai Ayah/Logending yang kami datangi kemarin. Goa ini terbentuk dari batu kapur. Sebelum memasuki Goa kami harus berjalan dulu beberapa meter, melewati berbagai macam wahana permainan anak yang memang sengaja disiapkan untuk para wisatawan Goa Jatijajar. Di sana juga banyak sekali pedagang makanan yang menjajakan dagangan mereka. Kami pun harus menaiki beberapa anak tangga. Sesampainya di atas, kami melihat pemandangan yang beitu indah.
Pemandangan Sebelum Memasuki Goa

Saat masuk ke dalam Goa Jatijajar kami disuguhkan banyaknya patung-patung buatan yang mengisahkan sebuah legenda. Konon, goa ini digunakan oleh Lutung Kasarung / Raden Kamandaka untuk bertapa. Di dalam goa ini kami tidak perlu takut kegelapan, karena begitu banyak lampu berwarna warni yang menghiasi goa ini. Akses di dalam goa ini juga tidaklah sulit, karena dilengkapi oleh tangga. Goa ini memang ditujukan untuk berwisata dan aman untuk membawa anak-anak. 
Di dalam goa terdapat beberapa sendang (sungai), namun yang saya temukan hanyalah dua, yaitu Sendang Mawar yang airnya dipercaya dapat menjadikan awet muda (percaya atau nggak) dan yang kedua adalah Sendang Kantil. Nah, di dalam Sendang Kantil ini terdapat patung seorang putri yang sedang bertapa, dan di atas patung tersebut diberikan bunga, kayak bunga sesajen gitu. Katanya sih kalo mandi atau cuci muka di sini maka keinginan kita akan segera tercapai (yuk, yang punya keinginan biar wangi, nyebur deh buat mandi, pasti langsung gak bau lagi :p)
Diorama (alia's photo)
Ternyata Goa Jatijajar ini tidaklah begitu besar dan agak sempit, jadi kalau sedang ramai pengunjung mungkin untuk masuk ke dalam Goa harus sempit-sempitan. Setelah keluar dari Goa kami disuguhkan oleh tukang foto yang menyediakan beberapa binatang yang dapat foto bersama (kayak apaan deh). Mulai dari ular, burung, dan lainnya. Mungkin yang menjadikan Goa Jatijajar ramai bukan hanya karena keindahan Goanya, namun dalam area wisata tersebut begitu banyak terdapat atraksi yang lainnya. Banyak pedagang makanan, tempat hiburan anak, kolam renang, dan pasar. Nama pasar yang terdapat di dalam area wisata Goa Jatijajar adalah Pasar Seni. Pasar ini menyediakan berbagai macam pernak-pernik dan makanan khas yang cocok untuk dijadikan oleh-oleh.

Selasa, 14 Januari 2014

Kebumen dan Jalan-Jalan Akhir Tahun FSI FISIP UI 24

Setelah setahun bersama FSI akhirnya tiba waktunya JJAT! Tapi saat itu aku gak terlalu ecxited karena JJAT harus bayar 300rb dan destinasinya adalah Kebumen. Aku belum pernah ke Ke Kebumen sebelumnya dan aku gak tau keindahan apa yang ada di sana sehingga aku harus ke sana. Belum lagi perjalanan yang harus di tempuh dengan bus selama 10 jam. Aku pun berfikir-fikir. Budget yang kumiliki sangat pas-pasan, dalam waktu dekat aku berencana akan pergi ke tempat yang lebih jauh dan budget yang kubutuhkan untuk ke sana tentu saja banyak. Aku melihat lagi tabunganku. Cek ATM! Huhuhu, gak ada pertambahan yang berarti. Masih menunjukkan nominal yang seperti kulihat kemarin. Semakin bingung bakal pergi apa nggak. Tapi Alia sama Ita nyuruh (ngancem) aku harus ikutan. Hmmm, tambah bingung deh ikutan atau nggak. di H-1 siang aku akhirnya memastikan diri untuk gak ikutan JJAT. Tapi pas sore-sore tiba-tiba Kak Okti SMS. Dan isi smsnya, "Aul, aku gak jadi ikutan JJAT, kamu ambil aja tiketku dan kamu cuma perlu bayar setengahnya." Whaaaaaat!Jalannya Allah memang gak pernah di sangka-sangka yah :") Tapi tunggu! Bayar setengah? artinya aku masih harus menyiapkan 150rb lagi. Huhuhu, ngambil duit dari menong? Dan pastinya selama di sana setidaknya aku harus bawa uang 100-200 rb untuk jajan :(. Jadi yang kubutuhkan berarti sekitar 350 ribu. Setelah berfikir panjang akhirnya aku nekat menggunakan uang untuk trip ke tempat lain yang tellah kupersiapkan jauh-jauh hari. Yah, akhirnya dengan rasa penuh dosa dan penyesalan aku datang ke mesin ATM dan memencet angka yang kuinginkan! Simsalabim, akhirnya duitnya keluar. Baru kali ini aku ngambil duit di ATM dan rasanya gak senang.

Tanggal 31 Agustus akhirnya kita berangkat menuju Kebumen. Tepat pukul 16.00 tidak kurang tidak lebih. Kami naik Sinar Jaya, poolnya ada tepat di samping BNI dekat kantor Walikota Depok. Perjalanan ditempuh dalam waktu 12 jam dengan bus tersebut. Selam dalam perjalanan aku rada deg-deg serrr, gimana nggak, semakin malam bus  semakin menjadi. Kecepatan bus semakin bertambah dan supir bus nyelip-nyelip truk dan bus lain -_- Aku jadi berasa naik permainan yang menantang adrenalin di wahana permainan. Setelah perjalanan panjang dan aku udah mulai lemes akhirnya kita sampai juga di tujuaaaaan! Setelah tidur dan lain-lain akhirnya aku sholat dan mandi. Setelah siangan dikit akhirnya kita pergi ke sebuah pantai. Lumayan jauh dari tempat kami menginap. Namanya pantai Ayah. Kenapa namanya ayah, karena emang terletak di Kec. Ayah (hihihi, lucu ya nama kecamatannya). Astaga, pas nyampe di sana rame banget! Udah kayak lautan cendol manusia. Mungkin karena momennya tahun baru kali ya? Tapi rada sebel sih. Kenapa rame banget :(

Menurutku pantai Jetis/ Pantai Ayah ini lumayan bagus, soalnya di belakang dan sedikit ke sisi kiri pantai ada pemandangan perbukitan. Dan sangat alami. Jadi ngeliatnya adeeeem banget. Tapi kalo aku ngeliat ke Pantai, miris banget kondisinya. Penuh sampah, ramai, airnya kurang bersih !! Tapi, walaupun kotor dan kurang bersih, tetep aja aku gak tahan untuk main ke bibir pantai. Akhirnya aku main air juga hahaha! Cuma Ita yang tetap konsisten untuk gak mainan air di pantai.

Di pantai ini bener-bener gak teratur banget. Masa motor bisa masuk sampe ke bibir pantai dan ada kuda yang bisa di sewa berseliweran di sekitar pantai. Pantainya jadi crowded banget. 

Pantai Jetis/ Pantai Ayah
 
Pantainya sebenarnya bagus, tapi sayang kurang dijaga :(

Deretan bukit di seberang jalan sebelum masuk pantai